blog mya wuryandari

Alasan Mengapa Emak Mau Blogging dan Bagaimana Mengatur Waktu

11 komentar

Kenapa sih Blogging?  

alasan mengapa blogging
pic by canva

Pertanyaan ini simple sebenernya tapi perlu berpikir agak lama menjawabnya, hehe. Awal kenalan blog dulu saat teman teman  punya multiply. Seru ternyata ya bisa membaca tulisan teman teman dan saling meninggalkan jejak.  Apalagi sebagai anak rantau yang jauh dari tempat asal, berkabar di blog bisa jadi sarana melepas rindu. Seiring berjalan waktu dan pengalaman selama menjadi anak rantau, blog menjadi sarana bercerita pengalaman serta pelajaran yang didapat. Blogging menjadi cukup mengasyikkan. Namun setelah tugas kuliah semakin banyak apalagi menggarap skripsi blog jadi hampir tak tersentuh. Multiply pun hilang.

Kemudian, 2012 karena mengikuti pelatihan dasar membuat blog yang diadakan sekolah di mana  saya mengajar dulu, jadilah saya punya blog lagi, ya blog ini hehe.  Namun lagi lagi, terbengkalai. 

Sekarang, saya berusaha membangkitkan semangat lagi untuk menata ulang blog yang terbengkalai ini agar bisa memanfaatkan juga dimanfaatkan. Memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mecatat pelajaran yang didapat. juga tidak menutup kemungkinan blog ini dimanfaatkan karena saya memang berharap bisa memberi manfaat dari adanya blog ini.

Berlandaskan semangat mengikat ilmu dengan menuliskannya, membuat saya memberi judul blog ini catatan belajar. Karena sejatinya hidup itu adalah belajar. Kehidupan itu adalah pembelajaran. Setiap hal yang terjadi dalam hidup adalah sarana tarbiyah atau pendidikan Allah terhadap kita.

mengapa emak blogging
Mengapa harus lewat blog? Sedang saat ini orang orang lebih praktis menulis dalam status Facebook ataupun Instagram. Baiklah, ini adalah sebagian alasan mengapa emak rempong macam saya mau blogging๐Ÿ˜

  1. Menulis lebih leluasa dan terorganisir. Karena ini menjadi media catatan, bisa jadi tulisannya akan sangat panjang. sehingga jika ditulis di media sosial lainnya akan kurang rapi. Melalui blog ini saya bisa menceritakan hasil pembelajaran yang didapat. Penyimpanan di blog pun lebih terorganisir sehingga lebih mudah untuk ditinjau kembali. Dengan begitu saya pun bisa dengan mudah mereview serta dapat berbagi dengan yang lain. Barangkali ada info-info  yang bermanfaat untuk orang lain. 
  2. Tampilan yang tidak monoton. Berbeda dengan media sosial lainnya yang tampilannya gitu gitu aja, blog memungkinkan untuk kita menata tampilan sedemikian rupa sekehendak hati, hehe. Jadi seperti rumah, kita bisa menata interiornya sesuai selera.
  3. Media yang berpeluang menghasilkan. Emak matre banget ya apa apa hubungannya sama duit, wkwkwkwk. ya nggak gitu juga, marimar.. ๐Ÿ˜‚. Tidak menjadi niat utama, tapi kalau bisa menghasilkan kenapa nolak ya kan, hihihi. kata coach Marita, uang adalah bonus karena melakukan hal yang disukai dengan suka cita. 
Alasan saja tentu tidak cukup untuk ngeblog kan, lalu bagaimana langkah awalnya? 

Mulai dari mana?

Jawabannya langsung keinget sama soundtrack Tokyo love story (haha ketauan ini angkatan berapa).

Ku tak tahu harus memulai dari mana…๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Beneran deh, semakin canggihnya dunia, semakin gaptek lah emak ini, huhuhu. Syukurlah saya punya kontak sese mbak, eh sese momblogger yang aktif blogging dan bersedia membantu para blogger cupu atau blogger newbie kaya saya ini, hehehe. Selain membuat blog yang menjadi rujukan para pemula, beliau juga mengadakan Blogspedia Coaching for Newbie yang sekarang ini sudah batch #2. Jadi kami yang bingung ini akan mendapat petunjuk step by stepnya insyaAllah.

Walau ya agak agak nyeremin komitmen di awalnya, jika tugas kelewat bisa ditendang, hehehe. Namun mengingat pada alasan tadi, sayang sekali jika coaching ini dilewatkan begitu saja. jangan sampai nih, saya menyesal nantinya karena sudah melewatkan kesempatan berharga ini. Akhirnya bismillah, bulatkan tekad, semoga Allah bantu bisa mengikuti dengan baik. Untuk itu perlu adanya motivasi internal, mengapa saya harus ikut pelatihan dan harus terjun blogging, agar semangat ini tidak seperti kotoran unggas, anget sebentar hihihi. Soal semangat ini, Rasul pun berpesan pada kita agar tetap bersemangat untuk apa apa yang baik bagi kita.


Dari Abu Hurairah, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُ ุงู„ْู‚َูˆِู‰ُّ ุฎَูŠْุฑٌ ูˆَุฃَุญَุจُّ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِ ุงู„ุถَّุนِูŠูِ ูˆَูِู‰ ูƒُู„ٍّ ุฎَูŠْุฑٌ ุงุญْุฑِุตْ ุนَู„َู‰ ู…َุง ูŠَู†ْูَุนُูƒَ ูˆَุงุณْุชَุนِู†ْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„ุงَ ุชَุนْุฌِุฒْ ูˆَุฅِู†ْ ุฃَุตَุงุจَูƒَ ุดَู‰ْุกٌ ูَู„ุงَ ุชَู‚ُู„ْ ู„َูˆْ ุฃَู†ِّู‰ ูَุนَู„ْุชُ ูƒَุงู†َ ูƒَุฐَุง ูˆَูƒَุฐَุง. ูˆَู„َูƒِู†ْ ู‚ُู„ْ ู‚َุฏَุฑُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู…َุง ุดَุงุกَ ูَุนَู„َ ูَุฅِู†َّ ู„َูˆْ ุชَูْุชَุญُ ุนَู…َู„َ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.”

(HR. Muslim) 

Setiap mengingat hadits ini, membuat saya bersemangat dalam memulai hal hal yang baik. Jika kita sudah mengerahkan semangat dan berusaha memenuhi tugas tugas kita, dalam hal apapun, setidaknya kita tidak akan menyesal dan berkata "seandainya".  Demikian sebaliknya, jika kita kita benar benar menghadirkan semangat dan berusaha melakukan dengan baik, maka kita akan cenderung menyesal, dan mengeluarkan kata "seandainya". 
 

Ya. Bersemangatlah untuk segala hal yang bermanfaat, dan jangan bersikap lemah, sebab jika itu kebaikan, yakinlah Allah pasti akan memudahkan.  

Berstrategi mengatur waktu

Menjadi  Ibu rumah tangga tanpa asisten dengan amanah lima orang anak, bagi saya aktif blogging itu tidak mudah, hehe. Namun kesempatan belajar blogging juga sesuatu yang sayang untuk dilewatkan.

Karenanya, tentu saja harus berstrategi dengan waktu yang ada. Seperti saat ini, huhu masih kejar kejaran dengan deadline pengerjaan tugas.

Strategi dalam mengatur waktu saya kali ini antara lain; 

  • Mencatat lebih dahulu ide-ide yang akan ditulis. Untuk menulis tentu saja malam hari adalah waktu terbaik. Saat semua terlelap dan suasana hening mendukung konsentrasi lebih baik, hehe. Tentu pelaksanaannya bisa jadi tidak semudah itu, karena terkadang bayik masih suka ‘ngelilir’ untuk menyusu. Saat belum bisa menulis dengan lengkap, kitab bisa menuliskan terlebih dahulu ide-ide yang akan dibuat tulisan.
  • Tidak menunda nunda. Kebiasaan akibat melihat deadline masih terbentang sungguh tidak baik. Waktu yang lebih longgar bisa kita manfaatkan untuk mencicil tugas, tapi bukan menyengajakan menggarap semuanya di akhir. 
  • Buat jadwal rutin. Berikan waktu rutin untuk blogging. Hal ini bisa membuat kita lebih terjadwal, kapan waktunya blogging, kapan waktunya urusan domestik dan segala kegiatan di dunia nyata, hehe. Jadwal coaching yang jelas dalam pelatihan blogging kali ini pun membantu saya menemukan ritme belajar dan mengerjakan tugas. Menjadwalkan waktu khusus ini memang penting, agar kita memiliki waktu yang rutin dan lebih bisa disiplin.
bagaimana atur waktu blogging
Begitulah. Waktu adalah bagian dari nikmat Allah yang patut kita syukuri. cara bersyukurnya adalah memanfaatkannya dengan baik, dan tidak menyia-nyiakannya. jangan sampai kita menjadi orang orang yang merugi sbagaimana yang Allah sampaikan dalam surah Al 'Ashr;
 ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ ูˆَุงู„ْุนَุตْุฑِ ุฅِู†َّ ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†َ ู„َูِูŠ ุฎُุณْุฑٍ ุฅِู„َّุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชِ ูˆَุชَูˆَุงุตَูˆْุง ุจِุงู„ْุญَู‚ِّ ูˆَุชَูˆَุงุตَูˆْุง ุจِุงู„ุตَّุจْุฑِ Artinya, 1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
 (QS. Al-'Ashr. :1-3)

Baiklah, itu dulu ya kali ini sedikit cerita mengapa emak emak rempong seperti saya ini mau blogging dan rencana bagaimana berstrategi mengatur waktu supaya bisa aktif serta konsisten dalam blogging nantinya. Semoga Allah senantiasa memudahkan dan membimbing langkah kita semua dalam kebaikan. Aamiin.

 

Related Posts

11 komentar

  1. Masya Allah... aku menunggu sih tulisan-tulisan mbak Mya. Pastinya menarik dan berbobot :) Keep blogging mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin semoga bisa konsisten akunya huhu jazakillah khoir ilmunya ya mba

      Hapus
  2. Wah berasa ketampar ni, beberapa kali masih "sendainya-sendainya" aja, huhu

    Lagi-lagi mombloggger, daebak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akupun mba..makanya menghindari supaya begitu inget inget hadits ini hehe yuk bisa kita yuk

      Hapus
  3. Aku juga lagi semangat ngeblog nih mbak. Semoga kita konsisten terus yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin insyaAllah bersyukur ya dapet wadah belajar yang oke

      Hapus
  4. Alasan ngeblog disajikannya keren,serasa ikut kajian "blogging islami", salut deh buat MB, ditengah drama bersama 5 anak masih ada waktu khusus dna rutin untuk menulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita lulus dengan selamat smpai akhir ya mba..huhu deg deg an aku..sampe sini udah mule blingsatan๐Ÿ˜‚

      Hapus
  5. Tokyo love story... Kucari dulu itu tahun berapa ya, hahaha
    Semangat, keep blogging meski kita emak rempong tapi kita ini emak strong ๐Ÿ’ช

    BalasHapus
  6. Hihihi...belum ikutan nonton saat itu ya anak muda๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  7. Mantap Mia, ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya yaa.

    BalasHapus

Posting Komentar